MedanBisnis – Medan. Kebun kelapa sawit milik PT PerKebunan Nusantara (PTPN) 3 yang berlokasi di Aek Raso melakukan pengendalian hama kumbang tanduk. Pengndalian dilakukan melalui berantas hama terpadu ramah lingkungan. Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) merupakan salah satu serangan hama yang mengakibatkan kematian tanaman kelapa sawit muda hingga 1,0-2,5 persen. “Jadi kami memberantas kumbang tanduk dengan teknik ramah lingkungan,” ujar Manajer Kebun Aek Raso, Maroloan Simaibang didampingi Kabid Tanaman DLAB-2, Mujianto kepada wartawan, Rabu (8/5) di Medan.

Umumnya, kata Maroloan, serangan kumbang terdapat pada tanaman ulang (TU) yang kumbangnya berasal dari tanaman itu sendiri. Hama tersebut berkembang melalui batang-batang kelapa sawit yang sedang membusuk. Perkembangannya melalui telur-telur yang terdapat dalam batang-batang busuk itu. “Pada malam hari, kumbang itu menggerek pelepah muda tanaman kelapa sawit dengan panjang lubang gerekan mencapai 4,2 cm. Jika gerekan sampai ke titik tumbuh kemungkinan tanaman akan mati,” katanya. Akibat serangan kumbang, kata Maroloan, produksi dapat berkurang hingga 0,2-0,3 ton per per hektare selama 18 bulan periode tahun pertama panen.

Sementara itu Asisten Afd I KPARO, Sakdun Tanjung menambahkan, pengendalian hama terpadu kumbang secara ramah lingkungan dilakukan dengan memasang perangkap jaring. Misalnya dengan cara membentang jaring nilon tegak lurus timur-barat dan utara-selatan yang disokong dengan tiang bambu panjangnya masing-masing 15 meter. Kemudian lampu TL 65 watt dipasang di tiang tengah sebagai sumber cahaya.

Sebagai pemikat sementara, jelasnya, digantungkan satu “sachet feromon” di bawah lampium. Selanjutnya feromon disubsitusi dengan feromon biopgos dengan cara kumbang Oryctes yang terperangkap dimasukkan ke dalam sangkar dan digantungkan di tiang tengah sebagai pemikat datangnya kumbang tersebut. “Kumbang Oryctes itu diputuskan siklusnya dengan menangkap 10-15 ekor per malam dalam satu tangkapn,” ucapnya. Askep Kebun Aer Raso, Basyirik juga mengatakan pengendalian hama terpadu ramah lingkungan ini secara serentak telah diterapkan di semua afdeling Kebun Aek Raso. (ramita harja)