Sesuai dengan konsep RSPO perlu dicarikan solusi yang tepat untuk meminimalkan dampak dari penggunaan insektisida. Solusi yang tepat dalam pengendalian hama di perkebunan kelapa sawit, salah satunya adalah penggunaan feromon yang digunakan untuk menangkap populasi hama secara komersil.

Penggunaan feromon tersebut sesuai dengan konsep RSPO maupun PHT karena feromon memiliki sifat-sifat sebagai berikut :

  • Bahan yang digunakan sedikit
  • Tidak beracun dan mudah terdegradasi sehingga bersifat ramah lingkungan dan
  • Bersifat spesifik, menarik serangga hama tertentu saja

Perusahaan kami bekerja sama  dengan PPKS untuk membuat feromon penarik kumbang O. Rhinoceros dengan nama FEROMONAS.

Feromon ini berguna sebagai alat kendali populasi hama dan sebagai perangkap massal. Produk hasil penelitian ini dicetak dalam kemasan 1 ml per sachet yang dapat bertahan 2-3 bulan di lapangan. FEROMONAS dirancang untuk mudah diaplikasikan di lapangan,

Rekomendasi untuk perangkap massal adalah meletakkan satu perangkap (ferotrap) untuk 2 hektar.

Cara Penggunaan

01

Keluarkan kantong feromon dalam produk dengan cara membuka kantong penutup kemasan.

02

Ambil kawat kecil, potong 15-20 cm. Lalu kaitkan salah satu ujungnya pada lubang yang telah ada di kantong feromon sehingga kuat dan tidak mudah terlepas.

03

04

05

Pada dasar ember plastik dibuat 4 lubang dengan diameter sekitar 2 mm untuk pembuangan air hujan

06

Gantungkan ferotrap pada tiang penyangga (2,5M) yang telah disiapkan. Satu ferotrap digunakan untuk 2 hektar.

07

Satu kantong feromonas dapat digunakan 2-3 bulan, Pengamatan dilakukan setiap 1-2 minggu sekali dengan mengumpulkan kumbang terperangkap,kemudian dimusnahkan.