Serangan hama dan penyakit pada tanaman memang tidak dapat dihindari. Di tingkat yang lebih serius, serangan ini berakibat pada busuknya tanaman dan pada akhirnya binasa. Pada tanaman sawit sendiri, hama dan penyakit ini bisa menurunkan produktivitas. Tentunya hal ini sangat kita hindari. Tapi bukan berarti gangguan ini menjadi sesuatu yang tidak bisa dikendalikan. Sebelum dilakukan penanganan untuk mengatasi serangan hama dan penyakit, diperlukan pengenalan terlebih dahulu seperti apa ancaman dan gangguan pada perkebunan dan bagaimana penanganannya?

Mengenali hama dan penyakit dan pengendaliannya

Hama ulat. Bukan sembarang ulat, biasanya ulat yang terdapat pada perkebunan tanaman ini ialah ulat api. Dari namanya saja sudah menyeramkan ya? Ulat api sendiri banyak terdapat pada daun tumbuhan ini. Dalam intensitas rendah, penanganannya cukup dengan diambil secara manual (handpicking). Pada tingkat lanjut, jika penyebaran hama meluas, pengendalian dilakukan dengan penyemprotan pestisida. Perlu diingat ya bahwa penyemprotan pestisida sendiri dilakukan berdasarkan survei sehingga penggunaan zat kimia pada pestisida sendiri tidak menjadi momok bagi tanaman sawit kita.

Hama kumbang. Nah, hewan perusak ini merupakan gangguan yang paling banyak kita temui pada perkebunan sawit. Jenis kumbangnya biasanya kumbang bertanduk. Kumbang tanduk ini memiliki siklus hidup yang relatif lama sehingga kemungkinan bertambahnya populasi kumbang ini berakibat pada menurunnya produktivitas sawit. Pengendalian yang benar dapat menekan laju populasi kumbang tanduk ini. Sama seperti mengendalikan ulat api, perlu perhitungan matang agar penggunaan insektisida/pestisida dapat mengurangi kerusakan lingkungan. Kunci keberhasilan penanganannya bergantung pada tim penanggulangan hama.

Hama tikus. Sepertinya hewan yang satu ini memang menjadi gangguan dimanapun ya. Baik di persawahan maupun di perkebunan. Hewan yang satu ini menyerang sawit pada masa pembibitan. Bayangkan berapa banyak kerugian jika semua bibit sawit kita dihabiskan oleh si pengerat ini. Adanya tikus disebabkan salah satunya oleh sistem sanitasi yang tidak baik pada perkebunan. Seperti yang dilakukan PT Propadu Konair Tarahubun (Plantation Key Technology/PKT), pada survei lapangan dapat dibuat sanitasi yang baik dengan menemukan sarang tempat persembunyian dan membersihkankannya dari tumpukan sampah yang ada. Di sisi lain, penyemprotan pestisida dilakukan dengan menyesuaikan luas lahan serta intensitas hama itu sendiri.

Busuk Pangkal Batang. Biasanya penyakit ini disebabkan oleh jamur Ganoderma boninense. Kurangnya pengetahuan petani tentang penyakit ini menyebabkan kerugian dengan jumlah yang tidak sedikit. Hal ini bisa ditangani dengan memberikan bimbingan pada petani dimulai dari proses pemupukan. Pemilihan pupuk tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Sistem yang diterapkan oleh PKT sendiri selalu mengedepankan kebutuhan dari setiap tanaman. Dengan mengetahui kondisi pH tanah dan akar tanaman, aplikasi pupuk untuk tingkat lanjut bisa dilaksanakan

Daun menguning. Ditandai dengan menguningnya daun hingga berubah menjadi kecoklat-coklatan dan mengering. Kalau daun sawit mulai menguning, itu tandanya virus yang bernama potyvirus ini mulai menyerang. Jika tidak ditangani dengan baik, lama-kelamaan daun akan layu dan kemungkinan panen tidak maksimal. Kenali tandanya agar penanganannya bisa dilakukan.

Cincin Merah. Bukan cincin sembarangan nih. Biasanya lebih dikenal dengan red ring disease dan merupakan ancaman paling berbahaya bagi sawit. Gejalanya bisa dilihat dari daun yang tumbuh mengecil, juga terdapat bercak-bercak kuning sampai jingga di petiol dan daun tombak. Dinamakan seperti itu karena biasanya pola cincin merah akan muncul pada batang meski tidak selalu. Maka dari itu, kumbang tanduk itu perlu ditangani karena hewan Bursaphelenchus cocophilus  ini ternyata hewan perantara penularan nematoda, penyebab penyakit cincin merah.

Itulah beberapa ancaman yang bisa kita temukan. Bukan tidak bisa, tapi tergantung bagaimana cara kita mengelola dan menerapkan manajemen perkebunan yang baik sehingga angka kerugian yang ditimbulkan hama dan penyakit bisa diatasi. Semoga penjelasan ini membantu ya.

Sumber:https://manajemenperkebunansawit.com/mengendalikan-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-sawit-2