Hama Oryctes rhinoceros, Rhynchophorus spp., dan Rhabdoscelus spp. Merupakan hama yang sangat merugikan di perkebunan kelapa sawit maupun kelapa. Teknik monitoring dan pengendalian yang sangat efektif adalah dengan memanfaatkan teknologi feromon agregat yang akan memerangkat kumbang-kumbang tersebut di atas.

Pada saat ini, teknologi feromon agregat masih bersifat tunggal. PT. Anugerah Sarana Hayati dan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) bekerjasama untuk memproduksi sendiri feromon agregat sintetik berspektrum luas sehingga mempunyai keunggulan mampu memerangkap kumbang Oryctes rhinoceros, Rhynchophorus spp., dan Rhabdoscelus sp. Secara bersamaan yang dinamakan ORICMAS.

Berdasarkan uji efikasi di lapangan feromon agregat sintetik spectrum luas ini sangat efektif, efisien, dan mudah diaplikasikan di perkebunan kelapa sawit ataupun kelapa.

Cara Penggunaan

01

Keluarkan kantong feromon dalam produk dengan cara membuka kantong penutup kemasan.

02

Ambil kawat kecil, potong 15-20 cm. Lalu kaitkan salah satu ujungnya pada lubang yang telah ada di kantong feromon sehingga kuat dan tidak mudah terlepas.

03

04

05

Pada dasar ember plastik dibuat 4 lubang dengan diameter sekitar 2 mm untuk pembuangan air hujan

06

Gantungkan ferotrap pada tiang penyangga (2,5M) yang telah disiapkan. Satu ferotrap digunakan untuk 2 hektar.

07

Satu kantong feromonas dapat digunakan 2-3 bulan, Pengamatan dilakukan setiap 1-2 minggu sekali dengan mengumpulkan kumbang terperangkap,kemudian dimusnahkan.